Oktober 2, 2020

Begini Penjelasan Bintang Jatuh Serta Penyebabnya

Penjelasan bintang jatuh merupakan fenomena langit yang memukau. Banyak orang yang mengakui keindahannya, pun tak sedikit juga orang yang percaya bahwa menutup mata dan berdoa saat ada bintang jatuh akan membikin doa hal yang demikian dapat terkabulkan. Mitos ini sudah ada dan berkembang pun sejak dulu kala. Sebenarnya, apakah bintang jatuh itu benar-benar bintang yang jatuh dan meluncur? Dan apa saja hal-hal yang menjadi penyebab terjadinya bintang jatuh?

Bintang merupakan benda langit yang mempunyai kesanggupan untuk memancarkan cahayanya sendiri. Seperti yang sudah kita tahu, bintang di alam semesta mempunyai ukuran yang variatif, mulai dari bintang neutron yang berdiameter 20 hingga 40 km hingga bintang yang berukuran benar-benar besar seperti Bintang UY Scuti yang diameternya lebih dari 1000 kali lebih besar ketimbang diameter sang surya. Surya, yang merupakan bintang paling dekat dari bumi, mempunyai diameter sekitar 109 kali lebih besar ketimbang diameter bumi. Apakah benda-benda langit yang berukuran benar-benar besar ini benar-benar dapat berguguran dari tempatnya? Apakah yang akan terjadi bila benda-benda langit raksasa ini jatuh dan menimpa bumi?

Bintang Jatuh Adalah Meteor yang Kelihatan Seperti Bintang Jatuh Apabila Dipandang dari Bumi

Ternyata, penjelasan bintang jatuh sebenarnya bukan benar-benar bintang yang jatuh dari posisinya. Bintang jatuh merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut fenomena benda langit, biasanya meteroid, yang terbakar saat menjelang atmosfer bumi. Fenomena ini menyebabkan adanya kilat cahaya yang meluncur benar-benar pesat. Cahaya yang bercahaya ini tampak seperti bintang bila diamati dari bumi secara lantas, sehingga disebut sebagai fenomena bintang jatuh.

Fungsi atmosfer dan lapisan-lapaisannya merupakan untuk melindungi bumi. Salah satu perannya sebagai pelindung merupakan melindungi bumi dari bermacam-macam benda langit yang jatuh atau berupaya untuk menjelang bumi. Lazimnya, benda-benda langit hal yang demikian sudah terbakar habis di atmosfer sebelum dapat menjelang bumi. Apabila benda hal yang demikian berukuran cukup besar, maka dia dapat tak habis terbakar dan jatuh ke bumi. Benda ini akan meninggalkan bekas berupa kawah, semisal kawah Vredefort di Afrika Selatan. Lazimnya ini sebenarnya jarang terjadi.

Lazimnya benda langit yang jatuh ke atmosfer bumi dan terbakar merupakan meteorid. Meteorid merupakan benda langit seperti batuan, yang berukuran bermacam-macam. Ada sebagian ragam meteorid. Meteorid yang paling besar dapat mempunyai diameter sekitar 10 meter. Volume meteorid akan terus berkurang saat bergesekan dengan atmosfer bumi. Karena ukurannya yang kecil, saat bergesekan dengan atmosfer bumi, biasanya meteorid sudah habis terbakar sebelum dapat jatuh ke permukaan tanah.

Meteorid yang bergesekan dengan atmosfer bumi atau atmosfer planet lain menyusun ekor bercahaya dan disebut sebagai meteor saja. Meteor ini yang dapat tampak dari permukaan bumi. Karena cahayanya, manusia memperhatikan meteor ini mirip seperti penjelasan bintang jatuh.

Bumi yang Sedangkan Bergerak

Di luar angkasa ada banyak sekali benda langit, mulai dari planet, bintang, meteorid, serta benda-benda asing lainnya. Banyaknya benda langit hal yang demikian menyebabkan dapat terjadinya friksi antara satu benda langit dengan benda langit lainnya. Adanya atmosfer bumi salah satunya mempunyai fungsi untuk melindungi bumi dari tubrukan dengan benda langit lainnya.

Bumi tempat tinggal kita tak senantiasa membisu pada tempatnya, namun senantiasa bergerak. Ada dua gerakan bumi, merupakan gerakan rotasi bumi dan juga gerakan revolusi bumi. Gerakan rotasi bumi merupakan gerakan putaran bumi pada sumbunya. Dikala gerakan revolusi bumi merupakan gerakan sirkulasi bumi memutari sang surya.

Apabila bumi bergerak memutari sang surya, bukan tak mungkin bumi akan mendekati sebuah atau kumpulan benda asing di luar angkasa. Apabila bumi menabrak meteorid, maka meteorid hal yang demikian akan bergesekan dengan atmosfer bumi dan terbakar. Meteorid yang terbakar, atau disebut juga dengan meteor ini, merupakan fenomena penjelasan bintang jatuh yang tampak dari bumi.

Adanya Benda Langit yang Dikala Orbit Bumi

Benda-benda di luar angkasa yang dapat bergerak bukan hanya planet saja. Benda-benda langit lain seperti komet, asteroid, dan meteorid juga dapat berputar secara periodik memutari sang surya. Apabila benda-benda hal yang demikian bergerak, benda-benda hal yang demikian dapat bertabrakan dengan atmosfer bumi. Apabila benda langit hal yang demikian terbakar, fenomena ini bila diamati dari bumi akan tampak seperti bintang jatuh.

Adanya Gaya Gravitasi atau Gaya Tarik Bumi

Gravitasi merupakan gaya tarik menarik antara dua objek yang mempunyai massa dan dengan jarak tertentu. Sebagai model, adanya gravitasi sang surya menyebabkan bumi serta benda-benda langit lainnya dapat berputar memutari sang surya secara periodik. Adanya gaya gravitasi bumi menyebabkan manusia beserta benda-benda lainnya di permukaan bumi dapat melekat ke permukaan bumi dan juga dapat terjatuh.

Lazimnya besar massa suatu objek, maka semakin besar pula gravitasi yang diciptakan. Bumi mempunyai massa yang relatif besar bila diperbandingkan dengan massa meteorid. Adanya gaya gravitasi bumi atau gaya tarik bumi ini menyebabkan meteorid yang berada cukup dekat akan terpengaruh oleh gaya hal yang demikian. Meteorid yang berada pada zona gravitasi bumi akan tertarik sehingga dapat mendekat dan jatuh ke permukaan bumi.

Meteorid tak dapat semacam itu saja jatuh ke permukaan bumi. Lazimnya ini disebabkan sebab adanya atmosfer yang melindungi bumi. Meteorid yang bergesekan dengan atmosfer akan terbakar sehingga volumenya berkurang secara bertahap. Pembakaran meteorid ini mewujudkan cahaya bergerak yang bila diamati dari permukaan bumi akan tampak seperti bintang jatuh.

Lazimnya meteorid akan terbakar habis sebelum dapat menempuh permukaan bumi. , bila ukurannya cukup besar, maka meteorid ini sisanya dapat jatuh ke permukaan bumi. Karena kecepatannya yang tinggi, jatuhnya meteor biasanya meninggalkan bekas cekungan di tanah. Cekungan ini ukurannya bervariasi mulai dari yang kecil hingga yang berukuran benar-benar besar seperti kawah Vredefort yang mempunyai diameter menempuh tiga ratus kilometer.

penjelasan mengenai penyebab terjadinya bintang jatuh. Semoga berkhasiat dan terima beri sudah membaca.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *